we are here to be one
to be red
to be white
to be Indonesian Fundamentalist


Thursday, 22 December 2011

Sajak untuk Rosyid dan Arsenal


Bola ditendang, gawang berisi manusia memegang daging proyek kesebelasan nasional

Lapangan cuma angin tornado yang gaungnya lebih merah dari darah dan bakar ban

Tiket mahal, dan olahraga tinggal hanya nama

Karena selebihnya, sepakbola sekedar tempat berkumpulnya cukong keringat pemain dan wasit

Indonesia merindukan sepakbola era Ribut Wahidi~

Lantas seorang pemuda bermimpi tentang kostum merah yang garang

Arsenal masuk dalam tim nasional

Atau setidaknya....manggung di Senayan

( untuk sahabatku: terima kasih kaosnya )

0 comment: